CN24- Surabaya, 11 Mei 2026 – Diperkirakan ratusan siswa dari 12 sekolah di Tembok Dukuh, Surabaya, kejadian ini diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Para siswa mengeluhkan mual, muntah, pusing hingga sakit perut.
Dengan adanya kejadian ini para korban dibawa ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis.
Ada beberapa siswa yang sebagian dirawat di Puskesmas Tembok Dukuh dan Puskesmas Asemrowo, sementara lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya. Dari informasi yang dihimpun, para korban berasal dari jenjang TK, SD hingga SMP yang menerima distribusi makanan dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wilayah Tembok Dukuh.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg. Tiyas Pranadani menyebutkan, dugaan sementara mengarah pada menu MBG yang dikonsumsi para siswa. Menu makanan yang disajikan disebut berisi nasi, krengsengan daging, tahu goreng, tumis sayur dan buah jeruk. Dugaan awal mengarah pada olahan daging yang dinilai berbeda dari menu biasanya.
“Mayoritas siswa mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut. Sampel makanan sudah kami ambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ujar Tiyas.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dr. Billy Daniel Messakh membenarkan adanya laporan dugaan keracunan massal tersebut. Tim Dinkes telah diterjunkan untuk melakukan penanganan, pendataan korban, sekaligus investigasi penyebab kejadian.
Lebih lanjut pihak penyelenggara MBG melalui SPPG disebut telah menarik seluruh distribusi makanan dari dapur terkait dan berkomitmen menanggung biaya pengobatan siswa terdampak. Hingga kini, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik dan masih dalam pemantauan tenaga medis.
Pewarta Ridwan
