CN24 - TAHUN Mojokerto, 17 Maret 2026 – Budaya Rukun Tetangga (RT) Bersih, Sehat, dan Asri (Berseri) terus digencarkan Pemerintah Kota Mojokerto sebagai upaya mewujudkan permukiman sehat dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat sosialisasi budaya RT Berseri di Kelurahan Kranggan, Selasa (17/3).
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita sapaan akrab wali kota menegaskan bahwa aspek permukiman menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Kota Sehat oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Dari sembilan tatanan penilaian Kota Sehat, tatanan permukiman menjadi fokus utama melalui program budaya RT Berseri.
“Di dalam penilaian Kota Sehat itu ada sembilan tatanan, salah satunya adalah tatanan permukiman. Kita fokuskan budaya RT Berseri pada tatanan ini, karena 57 persen wilayah Kota Mojokerto merupakan kawasan permukiman yang harus kita wujudkan menjadi lingkungan sehat berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ning Ita, menyampaikan bahwa program RT Berseri tidak hanya mendukung terwujudnya Kota Mojokerto sebagai kota sehat, tetapi juga sejalan dengan program nasional Indonesia asri.
Dimana dalam RT Berseri ini melibatkan lintas sektor perangkat daerah dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), misalnya, berfokus pada sanitasi, pengelolaan air limbah, serta pemenuhan kebutuhan air bersih rumah tangga.
Sementara itu, Dinas Kesehatan berperan dalam mendorong pola hidup bersih dan sehat, seperti penerapan kawasan tanpa rokok serta kebiasaan cuci tangan pakai sabun di lingkungan masyarakat.
Di sektor ketahanan pangan, dinas terkait juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan terbatas dengan menanam tanaman pangan menggunakan polibag atau wadah bekas. Menurutnya, langkah ini tidak hanya mendukung penghijauan lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada pengendalian inflasi, khususnya komoditas cabai.
“Makanya kami keluarkan kebijakan kewajiban penanaman cabai. . Harapannya, ketika harga cabai naik, warga tidak terlalu bergantung pada pasar,” terangnya.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah, yang menjadi salah satu indikator utama dalam mewujudkan lingkungan permukiman sehat. Ning Ita pun mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan pengelolaan sampah secara baik dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, program RT Berseri diharapkan mampu menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan lestari, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Mojokerto sebagai kota sehat berkelanjutan.
Pewarta Ridwan
