GMBI Distrik Gresik Gandeng TNI-Polri Tanam Padi di Benjeng, Guna Ketahanan Pangan Yang Dimulai dari Desa

 


GRESIK, CN24 — Ketahanan pangan tidak cukup hanya menjadi slogan. Semangat untuk menjaga ketersediaan pangan tersebut diwujudkan melalui aksi nyata di hamparan sawah Desa Punduttrate, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.

LSM GMBI Distrik Gresik menggandeng jajaran TNI-Polri dan masyarakat setempat untuk turun langsung ke area persawahan melaksanakan kegiatan tanam padi. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara organisasi masyarakat, aparat kewilayahan, petani, dan warga dalam mendukung ketahanan pangan yang dimulai dari desa.

Sejumlah anggota Koramil dan Polsek Benjeng tampak berbaur bersama kader LSM GMBI Distrik Gresik dan para petani. Mereka tidak hanya hadir secara seremonial, melainkan ikut langsung menanam bibit padi di lahan persawahan.

Dengan penuh semangat, seluruh peserta turun ke tengah sawah dan bergotong royong melakukan proses tandur padi. Lumpur yang melekat di kaki tidak mengurangi semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan tanam padi ini menjadi gambaran nyata bahwa menjaga sektor pertanian membutuhkan peran serta seluruh elemen. Petani sebagai ujung tombak produksi pangan membutuhkan dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak agar lahan pertanian tetap produktif dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Usai melaksanakan tandur padi, suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta beristirahat dan menikmati makan bersama di bawah pohon yang berada di pinggir pematang sawah. Momen sederhana tersebut mencerminkan kuatnya rasa kekeluargaan antara masyarakat, TNI-Polri, dan kader LSM GMBI.

Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, Muhammad Hudin, mengatakan bahwa keterlibatan organisasinya dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan lahan produktif sekaligus kesejahteraan masyarakat.

“Ini bukan hanya seremonial. Kami ingin hadir bersama TNI-Polri dan masyarakat untuk memastikan lahan produktif tetap terjaga dan petani mendapatkan dukungan. Ketahanan pangan berawal dari desa,” ujar Muhammad Hudin di sela kegiatan.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga produktivitas pertanian tidak bisa hanya dibebankan kepada para petani, tetapi membutuhkan sinergi dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Muhammad Hudin menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan dan komunikasi antara organisasi masyarakat, aparat TNI-Polri, serta warga di tingkat desa.

“Kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga. Ketika semua elemen bersatu dan bergotong royong, maka upaya menjaga ketahanan pangan akan semakin kuat,” tambahnya.

Pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung dalam suasana cair, penuh semangat, dan kekeluargaan. Tidak ada sekat antara aparat, anggota organisasi, maupun masyarakat. Semuanya berbaur bersama, mulai dari proses menanam padi hingga menikmati makan bersama.

Umbul-umbul bertuliskan LSM GMBI juga terlihat di sekitar lokasi sebagai penanda keterlibatan organisasi tersebut dalam kegiatan tanam padi. Hamparan persawahan Desa Punduttrate menjadi saksi semangat gotong royong dalam menjaga salah satu sektor penting bagi kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, LSM GMBI Distrik Gresik menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya melalui kegiatan sosial, tetapi juga dengan aksi nyata yang memberikan dukungan terhadap sektor pertanian dan program ketahanan pangan.

Dari hamparan sawah di Benjeng, semangat gotong royong kembali ditanam. Bersama TNI-Polri, petani, dan masyarakat, GMBI Distrik Gresik menguatkan pesan bahwa ketahanan pangan dimulai dari desa, karena menjaga pangan berarti menjaga kehidupan dan masa depan bangsa.

Pewarta Suwono

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama