CN24-MUI GRESIK - Seorang warga negara China yang bekerja di Kabupaten Gresik resmi mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Selasa (30/6/2026).
Dalam prosesi yang dipandu langsung Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib itu, mualaf mendapat pembekalan tentang pentingnya mempelajari syariat Islam secara bertahap, memperkuat tauhid, serta membangun akhlak mulia sebagai fondasi kehidupan seorang Muslim.
Sebelum memandu ikrar dua kalimat syahadat, KH. Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan sejumlah nasihat kepada calon mualaf agar tidak merasa terbebani dalam mempelajari Islam.
"Masuk Islam itu adalah awal perjalanan. Jangan merasa harus langsung bisa semuanya. Belajarlah setahap demi setahap, sebagaimana anak kecil yang belajar berjalan. Yang penting terus belajar dan jangan berhenti," pesannya.
Menurut Kiai Rofiq, seorang mualaf tidak dituntut menguasai seluruh ajaran Islam dalam waktu singkat. Yang paling utama adalah memiliki kemauan untuk terus memperbaiki diri.
"Kalau shalat belum hafal semua bacaannya, tidak apa-apa. Mulailah dari Al-Fatihah. Setelah itu belajar surat-surat pendek, belajar gerakan shalat, kemudian belajar ibadah yang lain. Islam mengajarkan proses, bukan memaksa seseorang menjadi sempurna dalam sekejap," ujarnya.
Kiai Rofiq kemudian menekankan, bahwa yang tidak kalah lebih penting dari sekadar mempelajari tata cara ibadah, adalah memperkuat pondasi keimanan atau tauhid.
"Yang harus dijaga adalah iman. Jangan sampai setelah masuk Islam justru keluar lagi. Karena itu, pondasi tauhid harus benar-benar kuat," tuturnya.
Mengutip firman Allah dalam Surah Al-Ikhlas, Kiai Rofiq mengajak Liu Zhongxin untuk meyakini sepenuhnya keesaan Allah SWT.
"Qul huwallahu ahad. Allah itu Esa. Semua yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Itu yang harus kita yakini dan kita akui dalam hati," jelasnya.
Kiai Rofiq juga mengingatkan, bahwa belajar Islam tidak berhenti pada syariat semata.
"Jangan hanya belajar syariat. Belajarlah juga tentang tauhid. Kita harus beriman kepada Allah, kepada malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul, hari akhir, serta qada dan qadar. Semua itu adalah pondasi yang akan menguatkan keislaman seseorang," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Rofiq juga menekankan pentingnya perubahan akhlak setelah memeluk agama Islam.
"Nabi Muhammad SAW bersabda, innama bu'itstu liutammima makarimal akhlaq, sesungguhnya beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak. Maka setelah masuk Islam harus ada perubahan perilaku," ujarnya.
Beliau mencontohkan, apabila sebelumnya memiliki kebiasaan yang tidak baik, maka sedikit demi sedikit harus ditinggalkan.
"Kalau dulu terbiasa minum khamr, hentikan. Kalau hubungan dengan orang tua kurang baik, perbaiki. Walaupun orang tua masih berbeda agama, tetap wajib dihormati, disayangi, dan diperlakukan dengan baik. Islam mengajarkan akhlak kepada semua manusia," pesan Kiai Rofiq.
Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, Liu Zhongxin mengungkapkan rasa syukurnya telah resmi memeluk agama Islam.
"Saya masuk Islam karena kemauan saya sendiri. Tidak ada seorang pun yang memaksa saya. Ini adalah keputusan yang saya ambil dengan kesadaran dan keyakinan saya," ungkap pria berusia 26 tahun yang bekerja di PT. Xinyi Glass, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik tersebut.
Liu mengaku bahwa agama Islam sebenarnya bukan sesuatu yang asing baginya. Di negara asalnya, China, ia telah mengenal keberadaan masyarakat Muslim.
"Di China juga ada orang Islam. Jadi saya sudah tahu bahwa Islam adalah salah satu agama yang dianut banyak orang. Tetapi saya mulai lebih mengenal Islam ketika tinggal di Indonesia," katanya.
Menurut Liu, pengalaman hidup di Indonesia membuat pandangannya terhadap Islam semakin positif.
"Saya melihat orang-orang Islam di Indonesia sangat ramah. Mereka menghargai orang lain, suka menolong, dan menerima saya dengan baik. Dari situ saya mulai tertarik untuk belajar lebih banyak tentang Islam," tuturnya.
Ia juga menceritakan bahwa kedekatannya dengan seorang perempuan asal Tangerang bernama Anisa semakin mendorongnya untuk mempelajari Islam secara lebih mendalam.
"Saya mengenal Anisa dan kami berencana menikah. Tetapi keputusan masuk Islam bukan karena dipaksa. Saya memang ingin menjadi seorang Muslim karena saya percaya dan yakin," tegasnya.
Prosesi ikrar mualaf berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa yang dipimpin Sekretaris MUI Kabupaten Gresik KH. Muhsin Munhamir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag., Ketua Bidang Dakwah, Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Drs. Nur Fakih, Sekretaris Drs. H. Awaluddin, M.Ag., serta Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Syariah H. Harianto, S.Kep.Ns., MM.
