Kirab Budaya Mojobangkit Wujudkan Kota Mojokerto Berdaya Saing dan Berkarakter.

 


CN24-Kota Mojokerto, Antusias warga kota Mojokerto tampak nyata saat menghadiri dan membajiri pusat kota, tepatnya di Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto sabtu 27 Juni 2026 dalam rangka menyaksikan jalannya Kirab Budaya Mojobangkit ke 108 tahun2026.


Acara spektakuler dalam memperingati hari jadi kota Mojokerto ke 108 berlangsung meriah dari pukul 13 00 wib sampai selesai dengan diwarnai berbagai pertunjukan seni budaya.


Hari jadi kota Mojokerto ke 108 menjadi momentum penting dalam sebuah perjalanan refleksi panjang Bumi Mojopahit yang mengarah pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi untuk mewujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan.



Kirab dimulai dari Alun-alun Wiraraja, melintasi Jalan Majapahit dan Jalan Bhayangkara, sebelum berakhir di Balai Kota Mojokerto. Masyarakat berjejer sepanjang sisi jalan, menciptakan suasana semarak dan meriah. 


Mengusung tema "Banjaran Majapahit", kirab menghadirkan kisah perjalanan tiga era penting Kerajaan Majapahit, mulai dari masa Dyah Wijaya, Tribuana Tunggadewi, hingga puncak kejayaan di bawah pemerintahan Prabu Hayam Wuruk.


Acara dihadiri oleh Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, Jajaran Polres kota Mojokerto, Jajaran Kodim/ Korem Mojokerto, Forkopimda kota Mojokerto, BNN Mojokerto, Sekda Kota Mojokerto serta para undangan.


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kirab Budaya Mojobangkit merupakan agenda tahunan Pemerintah Mojokerto dalam rangka memperingati hari jadi Kota Mojokerto ke 108 tahun 2026.


Lebih lanjut disampaikan Kirab Budaya Mojobangkit kita selenggarakan saat ini sebagai cerminan kita dalam mewujudkan Kota Mojokerto yang maju berdaya saing berkarakter sejahtera dan berkelanjutan.


Ditegaskan bahwa hal ini merupakan implementasi dari misi Pancacita Kota Mojokerto khususnya misi kedua yaitu ketahanan sosial dan budaya melalui peningkatan kesejahteraan sosial mendukung terwujudnya masyarakat yang berbudaya serta memperkecil ketimpangan sosial.


Ika Puspitasari membahkan Mojobangkit secara filosofi mengandung makna kebangkitan Kota Mojokerto dari berbagai segmen kehidupan masyarakat dan momentum refleksi atas perjalanan panjang Kota Mojokerto sekaligus penguatan komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang lebih baik.


“Peringatan Hari Jadi ke-108 ini menjadi momen untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kota Mojokerto yang lebih maju,” tuturnya.


Ning Ita menjelaskan, tema Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto tahun 2026 yakni “Daya Saing Sumber Daya Manusia yang Kuat, Menuju Pembangunan Inklusif Berkelanjutan.” Tema tersebut menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan pembangunan di tengah perkembangan zaman.


Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Mojokerto. Dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, serta berbagai penghargaan seperti WTP yang yang telah diperoleh selama 12 kali berturut-turut serta predikat sebagai Kota Terinovatif.


Menutup sambutannya, Ning Ita mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto sebagai momentum memperkuat kolaborasi dan gotong royong demi mewujudkan Kota Mojokerto yang semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.


“Dirgahayu ke-108 Kota Mojokerto. Spirit of Majapahit. Semoga semangat kebersamaan terus menjadi kekuatan dalam membangun Kota Mojokerto yang lebih sejahtera,” tutupnya.

Puncak acara dilanjutkan dengan beberapa acara di TBM Kota Mojokerto. 

Perwarta Ridwan

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama