CN24-Kota Mojokerto, Semangat membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing mewarnai peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto.
Sebelum upacara di Alun-alun Wiraraja, Sabtu (20/6) dimulai, penampilan Tari Kolosal Lenggang Kali Brantas yang dibawakan para pelajar SMP Negeri se-Kota Mojokerto serta fashion show Gus Yuk Kota Mojokerto sukses menjadi pembuka rangkaian peringatan hari jadi kota.
Dua penampilan tersebut bukan sekadar hiburan pembuka. Di balik gerak tari yang kompak dan langkah percaya diri para duta muda Kota Mojokerto, tersirat pesan kuat yang selaras dengan tema Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, yakni Daya Saing Sumber Daya Manusia yang Kuat, Menuju Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan.
Tari Lenggang Kali Brantas merupakan tari garapan baru yang difungsikan sebagai tari hiburan, tari penyambutan tamu, maupun tari pembuka berbagai kegiatan. Tarian ini menggambarkan lika-liku Sungai Brantas dengan aliran air yang terkadang tenang, namun di waktu lain mengalir deras.
Tari ini dibawakan secara kolosal oleh para pelajar SMP Negeri se-Kota Mojokerto dan menjadi simbol generasi muda yang adaptif, kreatif, dan tangguh dalam menghadapi perubahan zaman. Layaknya aliran Sungai Brantas yang terus bergerak menuju muara, generasi muda Kota Mojokerto diharapkan terus berkembang dan menjadi penggerak kemajuan daerah.
Sementara itu, fashion show Gus Yuk Kota Mojokerto menghadirkan representasi generasi muda yang percaya diri, berkarakter, dan memiliki kapasitas untuk menjadi duta promosi daerah. Melalui penampilan yang anggun serta kemampuan berkomunikasi yang baik, para Gus dan Yuk menunjukkan bahwa daya saing tidak hanya dibangun melalui kecerdasan akademik, tetapi juga wawasan budaya, kepemimpinan, kreativitas, dan kecintaan terhadap daerah.
Tepat di usia ke-108 ini Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan
bahwa pembangunan Kota Mojokerto tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas manusia sebagai modal utama pembangunan. Melalui pendidikan, pelestarian budaya, pengembangan karakter, dan pemberdayaan generasi muda, Kota Mojokerto terus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta mampu membawa kota ini menuju masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Sebagaimana Majapahit pernah menjadi simbol kekuatan dalam keberagaman, maka kita pun harus menjadi generasi yang mampu menjaga harmoni sosial, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kualitas SDM, sehingga pembangunan inklusif dan berkelanjutan menjadi keniscayaan. Kota Mojokerto bukan sekadar tempat berdiri, melainkan ruang kehidupan yang menyatukan asa, sebuah ruang yang menyimpan cerita, tempat di mana harapan disulut dan masa depan dititipkan," tutur Ning Ita.
Melalui panggung Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, keduanya menyampaikan pesan bahwa pembangunan inklusif dan berkelanjutan harus bertumpu pada manusia yang unggul sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai budaya. Dari pelajar hingga duta wisata daerah, seluruh elemen generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, dan tetap menjaga identitas lokalnya.
Pewarta Ridwan
