CN24-Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat upaya pencegahan kanker leher rahim melalui edukasi dan deteksi dini. Hal tersebut diwujudkan melalui Seminar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Sosialisasi Pemeriksaan HPV DNA yang digelar di Hall Prajna Wijaya Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, Jumat (12/6).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Mojo Health Fest dalam peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, dan diikuti oleh ibu-ibu dan perwakilan dari organisasi Wanita di Kota Mojokerto.
Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Cak Sandi menegaskan bahwa kesehatan perempuan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam keluarga dan masyarakat, namun sering kali mengabaikan kesehatan dirinya sendiri karena lebih mengutamakan orang-orang di sekitarnya.
"Perempuan itu luar biasa kuat. Mengurus rumah tangga, mendampingi anak, merawat orang tua, bahkan bekerja. Namun justru karena merasa kuat, kesehatan diri sendiri sering kali diabaikan. Kalau sakit, periksanya nanti saja, menunggu ada waktu luang atau menunggu keluhan bertambah berat," tuturnya.
Cak Sandi mengajak masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir tersebut dengan lebih peduli terhadap kesehatan melalui pemeriksaan secara berkala. Menurutnya, langkah pencegahan dan deteksi dini jauh lebih baik dibandingkan harus menghadapi risiko penyakit pada stadium lanjut.
"Lebih baik tahu lebih awal daripada terlambat menyesal. Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Cak Sandi juga mengingatkan pentingnya vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang saat ini telah menjadi program bagi anak usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan kanker leher rahim. Ia berharap para orang tua semakin memahami manfaat vaksinasi dan mendukung pelaksanaannya.
Selain vaksinasi, Cak Sandi menilai pemeriksaan HPV DNA menjadi salah satu terobosan penting dalam dunia kesehatan karena mampu mendeteksi risiko kanker leher rahim lebih dini dan lebih presisi sebelum berkembang menjadi kanker.
Upaya deteksi dini yang dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto menunjukkan hasil yang positif. Pada tahun 2024, sebanyak 6.288 perempuan telah menjalani skrining kanker leher rahim. Jumlah tersebut meningkat menjadi 8.718 perempuan pada tahun 2025. Hingga Mei 2026, capaian skrining telah mencapai 4.228 perempuan, sehingga total skrining selama tiga tahun terakhir mencapai sekitar 19.244 perempuan.
Meski demikian, Cak Sandi menegaskan bahwa pekerjaan bersama masih belum selesai. Masih terdapat masyarakat yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan, merasa takut, malu, atau menunda pemeriksaan karena merasa dirinya sehat. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta seminar untuk menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, para kader kesehatan, organisasi perempuan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mengajak keluarga serta tetangga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
"Saya berharap ibu-ibu yang hadir hari ini tidak hanya menjadi peserta seminar, tetapi juga menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Ajak saudara, tetangga, dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama melakukan pemeriksaan. Jangan takut periksa, jangan menunggu gejala, dan jangan merasa sendiri," pesannya.
Melalui kegiatan Seminar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Sosialisasi Pemeriksaan HPV DNA ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker leher rahim terus meningkat.
"Sayangi diri, lindungi keluarga, dan selamatkan masa depan. Jangan menunggu sakit untuk peduli. Lebih baik tahu lebih awal agar kita dapat bertindak lebih cepat," pungkas Cak Sandi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sekaligus mendukung rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto melalui Mojo Health Fest yang mengedepankan edukasi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pewarta Ridwan
