Wayang Kulit dan Karawitan Jadi Puncak Acara Sedekah Bumi Desa Dadapkuning




CN24-Gresik, Sedekah Bumi Desa Dadapkuning Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik sukses dan lancar dilaksanakan pada sabtu pagi 30 Mei 2026.

Ratusan warga tumpah ruah di balai desa untuk mengikuti rangkaian acara yang berlangsung hingga malam. Kepala Desa Dadapkuning beserta perangkat desa turut hadir, memperkuat semangat kebersamaan antar warga.

Antusias dan semangat kebahagiaan Masyarakat tampak nyata saat menghadiri Tasyakuran dan Doa Bersama Desa Dadapkuning.


Tradisi sakral ini bukan sekadar ritual dan agenda tahunan, melainkan warisan budaya Jawa yang penuh makna spiritual dan sosial. Bagi masyarakat Desa Dadapkuning, sedekah bumi merupakan momentum untuk lebih menumbuhkan kegotongroyongan tapi juga menjaga hubungan antara manusia, alam, dan leluhur yang telah membabat alas, membuka lahan, dan menanam nilai-nilai kehidupan.

Acara yang dihadiri Kepala Desa Dadapkuning Haji Saikun, Camat Cerme Haji Umar Hasyim, perwakilan dari Polsek, Koramil Cerme dan Masyarakat Desa Dadapkuning.



Dalam sambutannya Haji Saikun menyampaikan Perkembangan Pembangunan desa Dadapkuning hampir mencapai 80%, hal ini memcakup penyerapan tenaga kerja yang ada di Desa Dadapkuning.

Haji Saikun juga mengajak seluruh masyarakat Desa ikut berdoa agar perekonomian di Desa Dadapkuning lancar.

Dalam kesempatan yang sama Camat Cerme Haji Umar Hasyim menyampaikan Pembangunan di Desa Dadapkuning sangat luar biasa berkat kerja sama yang bagus dan bersinergi antara pemerintah desa dengan komponen masyarakat.

Acara yang diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan beberapa sambutan berikutnya ramah tamah.

Sebagai puncak perayaan, masyarakat disuguhkan pertunjukan Wayang Kulit yang diselenggarakan di Balai Desa pada malam harinya. Lakon yang dibawakan bukan hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan moral tentang kebajikan, kepemimpinan, dan keselarasan hidup. Sorak gembira, tawa anak-anak, dan raut bangga para orang tua menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih menjadi denyut nadi kebudayaan Desa Dadapkuning

Sedekah bumi di Desa Dadapkuning menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu cita berupa rasa syukur, penghormatan, dan pelestarian.

Di tengah arus globalisasi yang kerap mengguncang identitas, tradisi ini berdiri kokoh sebagai penjaga nilai-nilai luhur yang tak lekang oleh waktu.

Pewarta Ridwan

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama