CYBERNEWS24.CO.ID

Dari Kandang ke Wirausaha, Wabup Alif Dorong Ekosistem Peternakan Terintegrasi di Gresik.



CN24 - Gresik, 9 April 2026 - Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat langkah transformasi sektor pertanian dan peternakan melalui pelatihan “Balai Ternak Gresik Krawu Enak” (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan) kepada para peternak kambing di kabupaten Gresik, bertempat di lentera farm, desa sidoraharjo gresik. Program ini tidak hanya menyiapkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir wirausaha bagi petani dan peternak, khususnya generasi muda.


Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa pendekatan pemerintah ke depan tidak lagi sebatas pemberian bantuan, melainkan membangun sistem usaha peternakan yang utuh dari hulu hingga hilir.


“Kita tidak ingin hanya memberi ‘ikan’. Kita siapkan sistemnya dari pelatihan, produksi, sampai pemasaran. Harus ada blueprint yang jelas, dari A sampai Z,” tegasnya.



Menurutnya, di tengah pesatnya industrialisasi di Gresik yang semakin mengandalkan teknologi dan otomatisasi, peluang kerja berbasis tenaga manusia semakin terbatas. Karena itu, sektor pertanian dan peternakan menjadi ruang strategis untuk menciptakan wirausahawan baru sekaligus membuka lapangan kerja.


Ia juga menyoroti besarnya peluang pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk kebutuhan pasokan daging untuk berbagai dapur penyedia makanan dalam program nasional. Tantangan utama, lanjutnya, terletak pada konsistensi suplai dan kualitas produk.


“Pasar itu ada. Yang dibutuhkan adalah komitmen menjaga kualitas dan kuantitas. Kalau diminta satu kuintal, harus terpenuhi. Ini yang perlu dilatih,” ujarnya.


Lebih jauh, Wabup Alif mendorong lahirnya model usaha kolektif berbasis komunitas. Dengan semangat gotong royong, peternak kecil dapat membangun kekuatan produksi yang besar tanpa harus memiliki modal besar secara individu.


“Kalau satu orang punya dua kambing, lalu satu lingkungan melakukan hal yang sama, maka akan terbentuk kekuatan produksi. Kuncinya ada pada jejaring dan pola pikir wirausaha,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindhito, menyampaikan bahwa sektor pertanian dan peternakan menjadi salah satu solusi strategis di tengah karakter industri Gresik yang cenderung padat modal.


“Ketika kondisi normal, sektor pangan sering tidak terlihat. Namun saat terjadi krisis, seperti wabah atau konflik global, sektor ini menjadi sangat penting. Karena itu, kami mendorong masyarakat tidak hanya bertani dan beternak, tetapi juga berwirausaha,” jelasnya.


Melalui program Krawu Enak, peserta mendapatkan pembekalan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung, pendampingan, hingga peluang magang. Program ini juga didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, termasuk BAZNAS dan mitra swasta, dalam penyediaan bantuan ternak sebagai modal awal usaha.


Kedepan, skema pembinaan akan diperkuat melalui dukungan pembiayaan dari APBD serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Bantuan ternak yang diberikan kepada peserta diharapkan menjadi stimulan usaha yang berkelanjutan, dengan evaluasi berbasis kinerja.


Eko menambahkan, pelatihan ini dirancang untuk mencetak peternak muda milenial yang tidak hanya mampu beternak, tetapi juga memahami rantai bisnisnya.


“Kami ingin setelah pelatihan ini, peserta bisa langsung action. Tidak berhenti di materi, tapi berlanjut ke praktik, magang, hingga benar-benar menjadi wirausaha peternakan,” tegasnya.


Pelatihan ini juga menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni manajemen kesehatan ternak, efisiensi pakan sebagai komponen biaya terbesar, serta pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem peternakan yang produktif sekaligus berkelanjutan.

Pewarta Ridwan

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama