CN24-Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Kamis (25/6). Pada kesempatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan Pengurus Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) Kabupaten Gresik Periode 2026–2028. Kegiatan yang juga dirangkai dengan peluncuran aplikasi Satgas Jaga Gresik itu menjadi bagian dari penguatan gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis pemuda.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Suharsi, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Zam Zam Ikhwan, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, pengurus Kelompok Inisiator Pemuda Anti Narkoba (KIPAN), anggota KOPAN, serta menghadirkan Ipda Purnomo sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap para pemuda yang tergabung dalam KOPAN mampu menjadi agen perubahan sekaligus garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Teruslah berbuat baik tanpa harus mencari pengakuan. Kebaikan yang tulus tidak membutuhkan pujian. Jadilah agen perubahan di kecamatan dan desa masing-masing agar generasi muda kita tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Bupati Yani.
Bupati Yani menegaskan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika yang hingga kini masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, berbagai fakta menunjukkan bahwa narkoba masih berada sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, penyalahgunaannya tidak hanya terjadi untuk tujuan rekreasi, tetapi juga digunakan sebagian orang untuk menunjang aktivitas kerja.
Karena itu, ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan dimulai sejak usia dini melalui jalur pendidikan. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan pemahaman tentang bahaya narkoba sekaligus membangun karakter dan ketahanan generasi muda.
“Kita harus memperkuat edukasi sejak SD, SMP hingga SMA. Pendidikan karakter, pendidikan agama, dan pemahaman tentang bahaya narkoba harus diberikan secara berkelanjutan agar anak-anak kita memiliki prinsip yang kuat untuk menolak narkoba,” tegasnya.
Bupati Yani juga mendorong pengurus KOPAN dan KIPAN untuk aktif menjangkau sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan kampanye pencegahan narkoba.
“Jangan pernah lelah mengingatkan generasi muda tentang bahaya narkoba. Hadirlah di sekolah-sekolah, bangun komunikasi dengan para pelajar, dan jadilah bagian dari gerakan yang melindungi masa depan mereka,” imbuhnya.
Pada kegiatan tersebut juga diperkenalkan aplikasi Satgas Jaga Gresik, sebuah saluran curhat digital berbasis website yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat, khususnya pelajar dan pemuda, memperoleh akses informasi, konsultasi, serta pendampingan terkait penyalahgunaan narkoba maupun persoalan kesehatan lainnya.
Aplikasi ini hadir sebagai respons atas berbagai temuan di lapangan yang menunjukkan masih banyak generasi muda yang membutuhkan ruang aman untuk berkonsultasi, namun belum mengetahui harus mencari bantuan ke mana ketika menghadapi persoalan terkait narkoba maupun kesehatan.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengakses layanan pendampingan secara lebih mudah melalui perangkat digital. Setelah mengakses formulir layanan, pengguna akan terhubung dengan relawan maupun pendamping yang siap memberikan konsultasi, informasi, hingga rujukan layanan sesuai kebutuhan.
Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Suharsi mengatakan bahwa peringatan HANI bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh masyarakat bahwa ancaman narkotika masih nyata dan terus mengincar generasi muda.
Ia mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Gresik memiliki karakteristik yang cukup unik. Meski tidak memiliki tempat hiburan malam seperti karaoke maupun diskotek, angka penyalahgunaan narkoba masih tergolong tinggi dan banyak ditemukan pada kalangan pekerja.
“Perlu dipahami bahwa narkotika tidak selalu digunakan untuk bersenang-senang. Banyak kasus yang kami temukan justru digunakan untuk menunjang aktivitas kerja. Karena itu, penyalahgunaan narkotika di Gresik menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” katanya.
Menurut Suharsi, selama tiga tahun terakhir BNN Kabupaten Gresik bersama Satresnarkoba Polres Gresik terus memperkuat upaya pemberantasan, rehabilitasi, dan pendampingan bagi penyalahguna narkotika.
Tercatat sebanyak 178 orang telah mendapatkan layanan Tim Asesmen Terpadu, sementara 97 klien memperoleh layanan rehabilitasi dengan dukungan 16 kader Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang tersebar di sejumlah desa. Selain itu, BNN Kabupaten Gresik juga berhasil mengungkap delapan kasus tindak pidana narkotika yang melibatkan empat tersangka.
Pada peringatan HANI 2026, BNN mengusung tema “Pemuda Berdaya Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045.”
“Pemuda adalah tulang punggung sekaligus penentu masa depan bangsa. Karena itu, kita harus menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung agar mereka tumbuh menjadi generasi yang produktif dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gresik, BNN Kabupaten Gresik, KIPAN, serta berbagai elemen kepemudaan yang selama ini aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Selain memperingati HANI, kegiatan tersebut juga menjadi momentum pengukuhan KOPAN dan peluncuran Satgas Jaga Gresik sebagai inovasi untuk memperluas akses pendampingan bagi generasi muda.
Saifudin mengapresiasi kiprah KIPAN Gresik yang selama tiga tahun berturut-turut berhasil meraih predikat pengurus KIPAN teraktif tingkat Jawa Timur.
“Yang membanggakan bukan sekadar prestasinya, tetapi konsistensi teman-teman KIPAN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga terlibat dalam pendampingan bagi pemuda yang terdampak penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Kegiatan HANI 2026 juga menghadirkan Ipda Purnomo sebagai narasumber inspiratif. Dalam sesi edukasi, ia mengajak para pemuda untuk berani mengambil peran dalam menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman narkoba serta menjadi teladan bagi teman sebaya.
Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau pemerintah semata. Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk saling mengingatkan dan menciptakan lingkungan yang sehat.
Pewarta Ridwan
